Selasa, 17 Februari 2015

Anonymous kembali beraksi dengan mengancam pemerintah Singapura lewat Youtube








Grup hacker yang menyebut diri sebagai Anonymous memasang video Youtube yang mengancam akan menyatakan perang dengan pemerintah Singapura jika mereka tidak menghilangkan internet licensing framework yang dianggap telah membatasi kebebasan berpendapat.


Video yang dimaksud, yang muncul di internet tiga hari lalu, dihapus setelah kemarin membuat heboh di Facebook dan Twitter dan disebarkan oleh lebih dari 2.000 orang. Tapi, video tersebut tetap dipasang kembali di Facebook.

Salah satu isi pesan di video itu adalah: “tujuan utama invasi kami adalah untuk memprotes implementasi internet licensing framework dengan memberikan kalian sedikit gambaran seperti apa kondisi dunia maya kalian apabila framework yang menjijikkan, berbau komunis, menekan, dan menghina ini tetap diimplementasikan.”

Kemudian dilanjutkan dengan “kami telah menghadapi badan yang jauh lebih besar dan aman seperti FBI dan NSA. Kalian pikir IDA (Infocomm Development Authority of Singapore) akan merepotkan kami? … jadi, camkan ketika kami mengatakan bahwa kami, Anonymous, akan berdiri tegak membela kepercayaan kami bahwa tidak satupun pihak pemerintah yang berhak menghilangkan hak kebebasan informasi milik rakyatnya.”

Video tersebut kemudian mengajak “saudara-saudara rakyat Singapura” untuk memulai protes massal dengan mengenakan pakaian hitam dan merah pada tanggal 5 November (Selasa) dan mengganti foto profil Facebook mereka menjadi hitam seluruhnya.


Framework yang diumumkan bulan Mei lalu ini mengharuskan situs berita yang memiliki lebih dari 50.000 pengunjung di Singapura untuk menyediakan “jaminan performa” sebesar SGD 50.000, seperti yang sudah dilakukan media besar di negara ini. 10 situs berita online, kebanyakan terkait dengan pemerintah, diperintahkan untuk mengajukan lisensi, dengan sg.news.yahoo.com sebagai satu-satunya situs non-pemerintah yang terlibat

Raksasa internet seperti Google, Facebook, dan eBay menentang keras gerakan ini dengan mengeluarkan pernyataan gabungan yang mengatakan bahwa “peraturan baru ini – dan tanda-tanda tren peraturan yang diindikasikannya – bisa menghambat kemampuan Singapura untuk terus berinovasi, mengembangkan industri penting di dunia teknologi, dan menarik investasi di sektor kunci ini.”

Hacker sudah mengincar pemerintah Singapura sejak tahun lalu

Video ini mengatakan bahwa “The Messiah”, nama samaran yang ditujukan untuk seorang hacker yang bekerja di bawah kelompok Anonymous, adalah pelaku dari berbagai hacking yang terjadi di Singapura tahun ini.

Di bulan September, situs Sun Ho, penyanyi pop yang juga istri dari pastor gereja yang besar dan terkenal di Singapura yang sedang dalam masa pengadilan hukum akibat melanggar kepercayaan publik, di-hack oleh The Messiah. Kemudian, di bulan Oktober, situs dewan kota Ang Mo Kio dan PAP Community Foundation, yang merupakan organisasi pemerintah, juga diserang oleh orang yang sama. Video ini sendiri dilanjutkan dengan:

Sekarang tutup mata Anda dan bayangkan jika pasukan Anonymous menyerang pulau kecil kalian berikut infrastrukturnya. Kalian akan seperti dimasukkan ke kolam penuh piranha.

 Tindakan ini tahun lalu memancing invasi besar-besaran dimana 17 situs pemerintah di-hack oleh kelompok bernama “HighTech Brazil HackTeam”. Hal itu membuat orang-orang semakin ragu terhadap kemampuan pemerintah dalam melindungi datanya.

Ini bukanlah video pengumuman pertama yang mengancam Singapura dan dipasang oleh Anonymous. Di bulan Januari lalu, sebuah video pernah muncul dan menyatakan protes terhadap pemerintah yang memproyeksikan bahwa Singapura akan memiliki tujuh juta orang penduduk di tahun 2030, naik dari 5,3 juta orang saat ini.

Meskipun sang hacker mengatakan bahwa mereka adalah bagian dari Anonymous, pada kenyataannya kelompok ini adalah jaringan individu yang saling terasosisasi secara acak dibawah komando tidak terpusat. Hacker manapun bisa melibatkan diri dengan aktivitas kelompok ini tanpa perlu meminta izin, dengan berpura-pura memiliki banner milik kelompok tersebut.

 The Straits Times di Singapura melaporkan video ancaman ini. Tapi, laporan tersebut mengatakan bahwa ancaman tersebut ditujukan kepada seluruh Singapura, padahal Anonymous secara jelas mengatakan bahwa mereka mengincar pemerintahnya.




 Kami adalah Anonymous, dan kami yakin bahwa kami sudah mendapat perhatian penuh dari kalian.
Kami juga yakin bahwa kalian sudah bertemu dengan rekan kami, The Messiah, yang sudah memperlihatkan apa yang bisa dilakukan seorang “Anon” kepada pulau kalian yang konon canggih. Sekarang ijinkan kami menjelaskan tujuan dari invasi terakhir kami.

Tujuan sekundernya adalah untuk menyambut kalian ke peraturan baru dimana tindakan kalian yang mengabaikan kepentingan rakyat tidak akan diabaikan oleh Anonymous. Kami sarankan kalian berhenti menjadi acuh dan mulai melayani rakyat.

Segala bentuk pernyataan arogan dan bodoh dari pihak berkuasa terhadap rakyat tidak akan diabaikan oleh Anonymous.

Apakah kalian lupa untuk siapa kalian bekerja? Biasanya pekerja menghormati bosnya. Mari kita tetap berpegang pada tradisi itu.

 Tapi, tujuan utama invasi kami adalah untuk menyuarakan protes terhadap implementasi internet licensing framework dengan memberikan Anda sedikit gambaran seperti apa kondisi dunia maya kalian apabila framework yang menjijikkan, berbau komunis, menekan, dan menghina ini tetap diimplementasikan.

Sudahkah saya menyebutkan bahwa serangan sebelumnya dilakukan oleh seorang anggota Anonymous?

 Sekarang, tutup mata Anda dan bayangkan jika pasukan Anonymous menyerang pulau kecil kalian berikut infrastrukturnya. Kalian akan seperti dimasukkan ke dalam kolam penuh piranha.

Kami sudah menghadapi badan yang lebih besar dan aman seperti FBI dan NSA.

Apakah kalian pikir IDA akan merepotkan kami?

Lagipula, keamanan hanyalah sebuah ilusi bagi waktu dan sikap acuh.

Jadi, camkan bahwa kami, Anonymous, akan berdiri tegak membela keyakinan kami bahwa tidak satupun pihak pemerintah yang berhak menghilangkan kebebasan informasi milik rakyatnya.

Tidak ada yang berhak menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dibaca oleh seseorang.

Itu adalah landasan dasar demokrasi dan kami akan menggunakan semua yang kami miliki untuk melindunginya bagaimanapun juga.

Kami ingin kalian mempertimbangkan peraturan framework kalian atau kami akan memaksa untuk berperang dengan Anda. Tiap kali Anda menghilangkan hak informasi seorang rakyat, kami akan membuat Anda mengalami kerugian finansial dengan serangan cyber yang agresif. Serangan yang tidak akan bisa dihentikan oleh sistem keamanan kalian yang bernilai USD 130 juta itu.

Lagipula, bagaimana kalian akan menghentikan sebuah gagasan?

Kalian bisa saja cukup berambisi untuk menghentikan kami, tapi ingat, kalian bergantung pada orang-orang yang Anda incar ini:

 Kami memasak makanan kalian, kami membuang sampah kalian, kami mendidik anak-anak kalian, kami beri kalian gaji yang tinggi, kami memberi makan keluarga kalian, kami juga menjaga kalian selagi kalian tidur!

Membuat kami marah bukanlah pilihan yang bijak.

Terakhir, kami mengajak saudara-saudara rakyat Singapura untuk ikut dalam protes ini dengan mengenakan pakaian hitam dan merah pada tanggal 5 November untuk mewarnai jalan-jalan dengan warna yang melambangkan emosi rakyat Singapura saat ini.

 Kami mengajak kalian untuk menghitamkan foto profil Facebook Anda selama sehari penuh dengan status:

Saya adalah rakyat Singapura dan saya sudah capek ditekan! Saya ingin kebebasan saya kembali!!

Anonymous akan membuat protes virtual bersama Anda.

Mari kita perlihatkan rasa frustrasi kita dalam persatuan yang rapi dan tak terlihat yang akan terus hidup selama ribuan tahun. Tindakan ini mungkin tidak akan menciptakan perubahan politis, tapi ini adalah langkah pertama menuju pengkondisian mental yang diperlukan untuk mencapai tujuan kita.

Ingat, tanggal 5 November.

Kami adalah Anonymous, kami adalah pasukan.
Kami tidak mengampuni, kami tidak lupa.
 Tunggu kami!




Anonymous kembali beraksi dengan mengancam pemerintah Singapura lewat Youtube November 1, 2013 at 9:00 am Terence Lee Share 4 0 0 0 0 Grup hacker yang menyebut diri sebagai Anonymous memasang video Youtube yang mengancam akan menyatakan perang dengan pemerintah Singapura jika mereka tidak menghilangkan internet licensing framework yang dianggap telah membatasi kebebasan berpendapat. Video yang dimaksud, yang muncul di internet tiga hari lalu, dihapus setelah kemarin membuat heboh di Facebook dan Twitter dan disebarkan oleh lebih dari 2.000 orang. Tapi, video tersebut tetap dipasang kembali di Facebook. Salah satu isi pesan di video itu adalah: “tujuan utama invasi kami adalah untuk memprotes implementasi internet licensing framework dengan memberikan kalian sedikit gambaran seperti apa kondisi dunia maya kalian apabila framework yang menjijikkan, berbau komunis, menekan, dan menghina ini tetap diimplementasikan.” Kemudian dilanjutkan dengan “kami telah menghadapi badan yang jauh lebih besar dan aman seperti FBI dan NSA. Kalian pikir IDA (Infocomm Development Authority of Singapore) akan merepotkan kami? … jadi, camkan ketika kami mengatakan bahwa kami, Anonymous, akan berdiri tegak membela kepercayaan kami bahwa tidak satupun pihak pemerintah yang berhak menghilangkan hak kebebasan informasi milik rakyatnya.” Video tersebut kemudian mengajak “saudara-saudara rakyat Singapura” untuk memulai protes massal dengan mengenakan pakaian hitam dan merah pada tanggal 5 November (Selasa) dan mengganti foto profil Facebook mereka menjadi hitam seluruhnya. Framework yang diumumkan bulan Mei lalu ini mengharuskan situs berita yang memiliki lebih dari 50.000 pengunjung di Singapura untuk menyediakan “jaminan performa” sebesar SGD 50.000, seperti yang sudah dilakukan media besar di negara ini. 10 situs berita online, kebanyakan terkait dengan pemerintah, diperintahkan untuk mengajukan lisensi, dengan sg.news.yahoo.com sebagai satu-satunya situs non-pemerintah yang terlibat Raksasa internet seperti Google, Facebook, dan eBay menentang keras gerakan ini dengan mengeluarkan pernyataan gabungan yang mengatakan bahwa “peraturan baru ini – dan tanda-tanda tren peraturan yang diindikasikannya – bisa menghambat kemampuan Singapura untuk terus berinovasi, mengembangkan industri penting di dunia teknologi, dan menarik investasi di sektor kunci ini.” Hacker sudah mengincar pemerintah Singapura sejak tahun lalu Video ini mengatakan bahwa “The Messiah”, nama samaran yang ditujukan untuk seorang hacker yang bekerja di bawah kelompok Anonymous, adalah pelaku dari berbagai hacking yang terjadi di Singapura tahun ini. Di bulan September, situs Sun Ho, penyanyi pop yang juga istri dari pastor gereja yang besar dan terkenal di Singapura yang sedang dalam masa pengadilan hukum akibat melanggar kepercayaan publik, di-hack oleh The Messiah. Kemudian, di bulan Oktober, situs dewan kota Ang Mo Kio dan PAP Community Foundation, yang merupakan organisasi pemerintah, juga diserang oleh orang yang sama. Video ini sendiri dilanjutkan dengan: Sekarang tutup mata Anda dan bayangkan jika pasukan Anonymous menyerang pulau kecil kalian berikut infrastrukturnya. Kalian akan seperti dimasukkan ke kolam penuh piranha. Tindakan ini tahun lalu memancing invasi besar-besaran dimana 17 situs pemerintah di-hack oleh kelompok bernama “HighTech Brazil HackTeam”. Hal itu membuat orang-orang semakin ragu terhadap kemampuan pemerintah dalam melindungi datanya. Ini bukanlah video pengumuman pertama yang mengancam Singapura dan dipasang oleh Anonymous. Di bulan Januari lalu, sebuah video pernah muncul dan menyatakan protes terhadap pemerintah yang memproyeksikan bahwa Singapura akan memiliki tujuh juta orang penduduk di tahun 2030, naik dari 5,3 juta orang saat ini. Meskipun sang hacker mengatakan bahwa mereka adalah bagian dari Anonymous, pada kenyataannya kelompok ini adalah jaringan individu yang saling terasosisasi secara acak dibawah komando tidak terpusat. Hacker manapun bisa melibatkan diri dengan aktivitas kelompok ini tanpa perlu meminta izin, dengan berpura-pura memiliki banner milik kelompok tersebut. The Straits Times di Singapura melaporkan video ancaman ini. Tapi, laporan tersebut mengatakan bahwa ancaman tersebut ditujukan kepada seluruh Singapura, padahal Anonymous secara jelas mengatakan bahwa mereka mengincar pemerintahnya. Screenshot-2013-10-31-18.59.25 Teks lengkap dari video tersebut (diterjemahkan oleh Tech in Asia): Kami adalah Anonymous, dan kami yakin bahwa kami sudah mendapat perhatian penuh dari kalian. Kami juga yakin bahwa kalian sudah bertemu dengan rekan kami, The Messiah, yang sudah memperlihatkan apa yang bisa dilakukan seorang “Anon” kepada pulau kalian yang konon canggih. Sekarang ijinkan kami menjelaskan tujuan dari invasi terakhir kami. Tujuan sekundernya adalah untuk menyambut kalian ke peraturan baru dimana tindakan kalian yang mengabaikan kepentingan rakyat tidak akan diabaikan oleh Anonymous. Kami sarankan kalian berhenti menjadi acuh dan mulai melayani rakyat. Segala bentuk pernyataan arogan dan bodoh dari pihak berkuasa terhadap rakyat tidak akan diabaikan oleh Anonymous. Apakah kalian lupa untuk siapa kalian bekerja? Biasanya pekerja menghormati bosnya. Mari kita tetap berpegang pada tradisi itu. Tapi, tujuan utama invasi kami adalah untuk menyuarakan protes terhadap implementasi internet licensing framework dengan memberikan Anda sedikit gambaran seperti apa kondisi dunia maya kalian apabila framework yang menjijikkan, berbau komunis, menekan, dan menghina ini tetap diimplementasikan. Sudahkah saya menyebutkan bahwa serangan sebelumnya dilakukan oleh seorang anggota Anonymous? Sekarang, tutup mata Anda dan bayangkan jika pasukan Anonymous menyerang pulau kecil kalian berikut infrastrukturnya. Kalian akan seperti dimasukkan ke dalam kolam penuh piranha. Kami sudah menghadapi badan yang lebih besar dan aman seperti FBI dan NSA. Apakah kalian pikir IDA akan merepotkan kami? Lagipula, keamanan hanyalah sebuah ilusi bagi waktu dan sikap acuh. Jadi, camkan bahwa kami, Anonymous, akan berdiri tegak membela keyakinan kami bahwa tidak satupun pihak pemerintah yang berhak menghilangkan kebebasan informasi milik rakyatnya. Tidak ada yang berhak menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dibaca oleh seseorang. Itu adalah landasan dasar demokrasi dan kami akan menggunakan semua yang kami miliki untuk melindunginya bagaimanapun juga. Kami ingin kalian mempertimbangkan peraturan framework kalian atau kami akan memaksa untuk berperang dengan Anda. Tiap kali Anda menghilangkan hak informasi seorang rakyat, kami akan membuat Anda mengalami kerugian finansial dengan serangan cyber yang agresif. Serangan yang tidak akan bisa dihentikan oleh sistem keamanan kalian yang bernilai USD 130 juta itu. Lagipula, bagaimana kalian akan menghentikan sebuah gagasan? Kalian bisa saja cukup berambisi untuk menghentikan kami, tapi ingat, kalian bergantung pada orang-orang yang Anda incar ini: Kami memasak makanan kalian, kami membuang sampah kalian, kami mendidik anak-anak kalian, kami beri kalian gaji yang tinggi, kami memberi makan keluarga kalian, kami juga menjaga kalian selagi kalian tidur! Membuat kami marah bukanlah pilihan yang bijak. Terakhir, kami mengajak saudara-saudara rakyat Singapura untuk ikut dalam protes ini dengan mengenakan pakaian hitam dan merah pada tanggal 5 November untuk mewarnai jalan-jalan dengan warna yang melambangkan emosi rakyat Singapura saat ini. Kami mengajak kalian untuk menghitamkan foto profil Facebook Anda selama sehari penuh dengan status: Saya adalah rakyat Singapura dan saya sudah capek ditekan! Saya ingin kebebasan saya kembali!! Anonymous akan membuat protes virtual bersama Anda. Mari kita perlihatkan rasa frustrasi kita dalam persatuan yang rapi dan tak terlihat yang akan terus hidup selama ribuan tahun. Tindakan ini mungkin tidak akan menciptakan perubahan politis, tapi ini adalah langkah pertama menuju pengkondisian mental yang diperlukan untuk mencapai tujuan kita. Ingat, tanggal 5 November. Kami adalah Anonymous, kami adalah pasukan. Kami tidak mengampuni, kami tidak lupa. Tunggu kami!

Baca juga: Anonymous kembali beraksi dengan mengancam pemerintah Singapura lewat Youtube http://id.techinasia.com/anonymous-ancam-pemerinta-singapura-lewat-youtube/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca artikel di atas, kalau boleh dibantu tolong berikan komentar yang relevan sesuai dengan topik pembahasan artikel di atas. Anda diperbolehkan berkomentar dengan memperhatikan hal-hal berikut:
1. Komentar jangan mengandung SARA dan PORNO.
2. Jangan berkomentar dengan menggunakan LINK MATI apalagi LINK AKTIF.
3. Jika anda orang Indonesia yang cinta tanah air, maka berkomentarlah dengan bahasa baku dan sopan.
Jika komentar anda melanggar syarat di atas, maka komentar anda tidak akan saya publish dan akan saya tandai sebagai SPAMER.

Terima kasih atas kunjunganya ^_&