Selasa, 17 Februari 2015

170 Situs Australia dibajak Hacker , Australia berhenti memata-matai Indonesia










Hacker di Asia cukup aktif belakangan ini, seperti yang dilaporkan oleh The Sydney Morning Herald kemarin bahwa sebuah kelompok hacker Indonesia yang menamai dirinya “Anonymous Indonesia” telah membajak sekitar 170 situs Australia. Mereka menuntut pemerintah Australia untuk berhenti memata-matai Indonesia. Aktivias mata-mata itu sendiri mencuat setelah dibeberkan oleh seorang whistleblower.


Satu dari banyak situs yang dibajak bertuliskan “Stop spying on Indonesia” (“Berhenti memata-matai Indonesia”) sementara yang lain bertuliskan “Tell on your government, stop illegal spying to Indonesian” (“Katakan pada pemerintahmu untuk berhenti memata-matai Indonesia secara illegal”). Para hacker tersebut juga meninggalkan informasi seperti siapa dalang di balik serangan itu dan bagaimana cara menghubungi mereka.




Tampaknya situs Australia yang dibajak dipilih secara acak. Kami telah mencoba menghubungi para hackernya dan akan memberikan update jika ada informasi baru dari mereka.

Ini adalah aktivitas hacking terbesar ketiga yang sedang terjadi di Asia Pasifik beberapa hari ini. Pemerintah Singapura dan Filipina sedang kewalahan dengan Anonymous di negara masing-masing yang menyerang situs pemerintahannya sendiri.

The Messiah, seorang hacker yang mengklaim bagian dari Anonymous collective, mengancam akan mengobarkan perang digital dengan pemerintah Singapura jika internet licensing framework yang dapat membatasi kebebasan berbicara diterapkan. Sementara itu, Anonymous juga menghukum pemerintah Filipina karena tidak meyediakan pelayanan terbaik bagi rakyatnya.

Kedua hacker tersebut, yang tergabung dalam sub-kelompok Anonymous yang berbeda, mengajak rakyat di kedua negara tersebut untuk ikut serta dalam protes bernama Million Mask March (Barisan Sejuta Topeng) besok, bertepatan dengan Guy Fawkes Day. Hari tersebut identik dengan hacker yang memperingati protes anti–pemerintahnya dengan banyak aktivitas hacking. Tahun lalu, hacker di seluruh dunia membajak banyak situs finansial, pemerintahan, dan hiburan, termasuk PayPal, NBC, dan Symantec.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca artikel di atas, kalau boleh dibantu tolong berikan komentar yang relevan sesuai dengan topik pembahasan artikel di atas. Anda diperbolehkan berkomentar dengan memperhatikan hal-hal berikut:
1. Komentar jangan mengandung SARA dan PORNO.
2. Jangan berkomentar dengan menggunakan LINK MATI apalagi LINK AKTIF.
3. Jika anda orang Indonesia yang cinta tanah air, maka berkomentarlah dengan bahasa baku dan sopan.
Jika komentar anda melanggar syarat di atas, maka komentar anda tidak akan saya publish dan akan saya tandai sebagai SPAMER.

Terima kasih atas kunjunganya ^_&